Jika Gairah Punya Warna
Jika gairah punya warna, dialah yang menyelubungimu
Pengharap yang gemetar serupa pohon dalam hujan
Berpijak pada bilah bilah subuh
Berulang kali rubuh
Menggelepar kau, Diri,
Di antara kelimun jiwa-jiwa beku
Yang menyalakan unggun api
Dalam tubuh mengabu
Matahari akan jatuh seperti cempedak jatuh,
Dedahan waktu dalam diri pun merapuh
Tapi ada yang berdenyut kembali
Dari celah paling sembunyi
Kita tak cukup punya kata
Untuk menamainya
O, apa yang berdesir dan bergetar
Yang mengguncangkan jiwa dalam gamang
Yang menggerakan katup katup kelenjar
Membuka menutup bagai gelap dan terang
Seperti kelopak kelopak bunga yang menggeliat
Mendesiskan entah perih entah nikmat,
Seduhan gaib tak ternamai ini ?
by : Sitok Srengenge on Nothing
Posting Komentar